twitter
rss

Showing posts with label Assignment. Show all posts
Showing posts with label Assignment. Show all posts

          Pada 27 Mei 2014, lab test 2 bagi aplikasi komputer telah dijalankan. Aku berazam supaya tidak ingin mengulangi kesilapan aku pada lab test 1 lagi. Masa yang diberikan  selama 2 jam untuk menjawab. Pada test kali ini, hanya access sahaja yang terlibat. Aku mulakan test tersebut dengan keyakina diri yang tinggi.
         Aku dapat jawab semua soalan yang diberikan dengan jayanya walaupun mungkin akan ada sedikit kesilapan yang aku tidak nampak. Tetapi aku bersyukur kerana at least aku dapat jawab walaupun ada 1,2 soalan yang aku bingung dan stuck untuk jawab.
         Pada 10 minit terakhir, hampir keseluruhan soalan aku sudah jawab. Tetapi apabila tiba soalan ang terakhir, aku jadi stuck dan tidak mampu jawab. Padahal pada ketika itu masa untuk menjawab hanya tinggal lagi 2 minit. Oleh itu, aku tinggalkan soalan terakhir itu dan aku submit jawapan lab test 2 aku.
         Apa -apa pun aku bersyukur walaupun soalan terakhir itu aku tidak dapat jawab. Tetapi sekurang-kurangnya lab test kali ini lebih baik daripada lab test yang lalu. Aku berbangga juga dengan diri aku kerana aku tidak mengulangi kesilapan aku di lab test 1 yang lalu. Dan aku berharap aku akan gred yang cemerlang untuk subjek aplikasi komputer ini. Insyaallah...

         Lab test pertama aku untuk subjek aplikasi komputer melibatkan microsoft word dan excel. Masa yang diberikan untuk aku dan rakan-rakan jawab test tersebut adalah selama 2 jam. Sehari sebelum lab test, aku dah study tentang ketiga-tiga microsoft tu, tetapi bila tiba hari test, aku jadi seperti seorang yang tidak tahu apa-apa tentang microsoft padahal aku sudah study. Setelah mengambil masa selama satu minit untuk tenangkan diri dan berdoa pada Yang Maha Esa, aku mulakan test tersebut.
        Soalan pertama, mengenai microsoft excel. Pada mulanya, aku menjawab test tersebut dengan lancar. Tetapi, apabila tiba part vlookup excel, aku seolah-olah lupa apa yang aku sudah belaja selama ini. Aku cuba nak bertanya rakan-rakanku, tetapi aku takut lecturerku nampak perbualan antara kami. Jadi, aku tidak berani nak bertanya. Kira-kira hampir setengah jam jugalah aku stuck dekat vlookup tu. Selepas tenangkan diri, aku mula berjaya menyiapkan part yang susah tu.
         Bagi orang yang tidak mahir microsoft macam aku, lab test 1 tu agak susah untuk dijawab. Pada bahagian excel saja, aku dah spend banyak masa, agak-agak dalam 1 jam setengah jugalah. Setelah selesai buat excel, aku teruskan dengan microsoft word. Alhamdulillah aku dapat jawab microsoft word. Tapi malangnya, aku tidak sempat jawab semua soalan microsft word tu. Bayangkanlah macam mana frustnya aku sebab tidak dapat jawab benda yang aku tahu dan boleh score.
         Time tu, aku rasa menyesal sangat-sangat sebab aku banyak buang masa dekat excel. Tiba 5 minit terakhir, aku terpaksa hantar test tu dengan hati yang menyesal dan berat. Aku memang tidak boleh lupa kesalahan aku time tu. Sebaik sahaja aku keluar daripada lab, aku terus bad mood. Tapi, apa-apa pun, benda sudah jadi. Nak sesalkan pun tidak ada gunanya. Lab test 2 nanti, aku janji pada diri aku yang aku tidak akan ulang kesalahan yang sama lagi.

Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling menarik di dunia. Drama, musik, girlband, boyband, makanan dan budaya Korea Selatan merupakan magnet yang menarik kaum muda mudi untuk mengagumuninya.

Hasil yang menakjubkan ini tidaklah terlalu buruk, mengingat negara yang berpisah dengan Korea Utara tersebut baru terbentuk sejak 1948.Yuk.. kita simak 10 Fakta Unik Seputar Korea Selatan, berikut ini :

10. Alkohol Dijadikan sebagai Cara Bersosialisasi

Minum merupakan bagian penting dari masyarakat Korea Selatan. Ini adalah cara orang bersosialisasi dan mengenal satu sama lain. Setidaknya sebulan sekali, bahkan seminggu sekali, masyarakat Korea Selatan pergi keluar untuk makan dan minum dengan rekan kerja mereka. Peristiwa ini dikenal sebagai "hoesik" dan melibatkan banyak minuman beralkohol.

Namun, ada banyak aturan ketika agan ingin mengikuti acara minum-minum ini. Jika seorang senior menuangkan bir, kamu harus memegang gelas dengan kedua tangan. Dan jika kamu menuangkan minuman untuk seseorang yang lebih tua, botol harus dipegang dengan kedua tangan. Hanya senior atau orang-orang yang berwenang dapat menggunakan satu tangan. Dan ingat untuk selalu menunggu senior untuk minum terlebih dahulu.

Bahkan jika kamu tidak minum, kamu harus menerima gelas pertama yang ditawarkan, atau orang-orang akan berpikir kalau kamu brengsek.

9. Mitos Tinta Merah

Setiap masyarakat tentu memiliki takhayul-takhayul pada daerah masing-masing. Bagi mayoritas penduduk Korea Selatan, menulis nama seseorang dengan tinta merah menandakan bahwa orang tersebut akan mengalami kesialan dalam waktu dekat. Bahkan ada yang beranggapan mereka akan mati dalam waktu dekat.

Lalu mengapa masyarakat Korea Selatan begitu menghindari tinta merah? Karena pada saat pemakaman nama jenazah ditulis dengan dengan tinta merah. Beberapa percaya bahwa tinta merah mengusir setan dan melindungi orang mati. Tetapi jika kamu menulis nama orang yang masih hidup dengan warna merah, maka yang terjadi adalah efek sebaliknya. Jadi jika kamu menandatangani kontrak, atau menulis surat, sebaiknya menggunakan tinta berwarna hitam.

8. Budaya Jabat Tangan yang Hirarkis dan Mengajarkan Kesantunan

Bill Gates pernah menjadi perbincangan hangat media Korea Selatan di awal tahun ini ketika ia bertemu Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. Banyak orang berpendapat bahwa perilakunya tidak pantas, surat kabar dan talk show sangat peka dalam menganalisis, bahkan pengguna internet Korea Selatan juga memperdebatkan kejadian tersebut .

Apa yang dia lakukan sehingga membuat marah banyak orang? Bill Gates memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana saat menyalami presiden Korea Selatan.

Dalam budaya Korea Selatan, ada cara yang benar dan salah untuk berjabat tangan, dan itu ada hubungannya dengan status atau usia seseorang. Jika kamu berjabat tangan dengan seorang teman atau seseorang yang lebih muda, kamu dapat menggunakan satu tangan. Tapi jika kamu bertemu seseorang yang lebih tua atau seseorang dalam posisi otoritas, sebaiknya kamu menggunakan dua tangan.

7. Sistem Pendidikan di Korea Selatan yang Sangat Disiplin

Mahasiswa Korea Selatan memiliki masa depan yang sangat cerah. Mereka peringkat nomor dua di dunia, dan memiliki tingkat kelulusan hingga 93 persen (sedangkan AS hanya memiliki 77 persen), dan mereka memiliki sistem pendidikan terbaik kedua di dunia setelah Finlandia. Semua pencapaian tersebut dilakukan dengan sistem belajar yang disebut "hagwons."

Hagwons secara umum berarti pendidikan di luar sekolah ketika pulang dari sekolah. Anak-anak menghadiri akademi ini untuk mempelajari mata pelajaran mulai dari matematika dan ilmu pengetahuan, taekwondo, balet, dan tari perut.

Para guru terbaik diambil untuk mengajar murid-murid, dan beberapa guru yang sangat populer akan mendapatkan jutaan dolar dalam setahun. Namun, guru yang tidak melakukan dengan baik diletakkan dalam masa percobaan. 

Orang tua di Korea menghabiskan $ 17 miliar dolar pertahun untuk membiayai akademi. Bandingkan dengan $ 15 miliar pertahun yang dihabiskan Amerika untuk video game. Bahkan, hagwons begitu sukses sehingga membuat perusahaan-perusahaan seperti Goldman Sachs dan AIG berinvestasi dalam sistem pendidikan Korea.

Namun, ada pula sisi negatif yang ditimbulkan dari sistem hagwons. Keluarga terkaya mendapatkan guru terbaik sedangkan siswa dari keluarga yang kurang beruntung mendapatkan fasilitas seadanya.

Pemerintah Korea Selatan sendiri mengkhawatirkan masalah ini dari sudut pandang demografis. Laju pertumbuhan penduduk Korea Selatan termasuk terendah diantara negara-negara industri lainnya. Kepopuleran hagwon di tengah Korea, semakin membuat masyarakat enggan untuk memiliki lebih banyak anak demi bisa memusatkan investasi dana pendidikan yang besar untuk anak mereka.

Dalam jangka panjang hal ini tentunya berdampak pada kependudukan Korea Selatan. Pemerintah sendiri telah berusaha menindaklanjuti masalah ini dengan memperketat regulasi untuk hagwon. Tapi sepertinya hal ini tidak menyurutkan animo orang tua di Korea untuk tetap mengirim anak-anaknya ke hagwon.

6. Persaingan Korea-Jepang

Di masa lalu, Jepang pernah menyerang semenanjung Korea. Setelah beberapa kali gagal, Jepang berhasil menaklukkan Korea pada tahun 1910 dan memerintah dengan sangat otoriter memaksa Korea untuk berlatih Shinto agar dapat berbicara bahasa Jepang.

Hal ini semakin memburuk selama Perang Dunia II, ketika militer Jepang memaksa hampir 200.000 wanita, yang kebanyakan berasal dari Korea, untuk bekerja sebagai "wanita penghibur" di rumah bordil di seluruh China. Selain itu, ribuan warga Korea disiksa dalam Unit 731.

Puluhan tahun kemudian, banyak warga Korea Selatan masih menyimpan dendam dan merasa bahwa Jepang belum benar meminta maaf atas kejahatan perang.

Masalah ini semakin rumit oleh perebutan pulau di lepas pantai Korea Selatan. Pulau ini disebut Dokdo (Korea) dan Takeshima (Jepang), pulau-pulau ini telah membangkitkan amarah sebagaimana yang terjadi saat Perang Dunia II. Korea Selatan mengklaim mereka telah menguasai pulau sejak 1696, sementara Jepang mengatakan mereka telah dimiliki pulau tersebut sejak pertengahan 1600-an.

5. Teknologi dalam Negeri yang Dicintai Masyarakat Lokal

Diperkirakan 98% warga Korea Selatan memiliki ponsel pribadi dan menggunakannya tidak hanya untuk panggilan dan pesan tetapi juga untuk menonton TV dan melacak status game online mereka.

Perusahaan Korea Selatan Samsung dan LG adalah perusahaan telepon seluler pertama dan ketiga terbesar di dunia. Ponsel baru sangatlah mahal di Korea Selatan, namun hal ini tidak menghentikan minat konsumen untuk mengganti ponsel mereka rata-rata setiap 11 bulan.

Banyak ponsel Korea Selatan memiliki siaran TV melalui Digital Multimedia Broadcasting (DMB), yang sekarang menyediakan tujuh saluran TV. Lebih dari satu juta ponsel DMB telah terjual dan operator raksasa seperti KT dan SK Telecom telah memberikan cakupan di seluruh bagian kota-kota besar.

Nokia, salah satu perusahaan ponsel terbesar di dunia, mengalami penurunan yang signifikan dalam penjualan ponsel di Korea Selatan. Sementara itu Motorola memegang 4% saham dari penjualan ponsel di Korea Selatan.

4. Makeup Bagi Kaum Pria

Pria Korea Selatan sangat terobsesi dengan kosmetik. Faktanya pria-pria di Korea Selatan menghabiskan sekitar $ 900 juta per tahun untuk kosmetik. BB cream foundation adalah produk pilihan, tapi pembersih wajah, pelembab anti-penuaan, dan krim mata juga sangat populer.

Bahkan ada acara TV yang didedikasikan untuk cara berdandan kaum pria. Sekitar 20 persen dari penduduk laki-laki menggunakan make up secara teratur. Pasar kerja Korea Selatan sangat kompetitif, dan memakai makeup sudah menjadi bagian dari permainan.

Orang-orang ini ingin membuat kesan yang baik dalam wawancara pekerjaan mereka dengan menyembunyikan noda dan tampak seperti selebriti. Sepertinya di Korea, hal tersebut sudah menjadi gaya hidup.

3. Tipe Kepribadian Menurut Golongan Darah

Di Korea Selatan, darah menjadi perbincangan besar. Bukan hanya memberikan oksigen ke seluruh tubuh, tapi juga dianggap memberikan kepribadian kepada diri seseorang. Orang-orang di Korea Selatan dapat menilai sifat dan watak seseorang hanya dari golongan darah. 

Terdapat sifat positif dari setiap golongan darah. Orang dengan golongan darah A misalnya, mereka dianggap konservatif dan tepat waktu, tetapi mereka bisa juga obsesif, tegang, dan sedikit introvert. Namun, mereka biasanya lebih dewasa dan setia terhadap pasangan.

Orang dengan golongan darah B dapat dikatakan berkebalikan dengan golongan A. Mereka memiliki kelebihan dalam hal strategi dan kreativitas, mereka juga cenderung untuk menipu pada pasangan mereka, malas, dan tidak sabar.

Golongan darah AB, mereka biasanya lebih dingin dan dapat mengontrol emosi, tetapi mereka dapat berubah menjadi keras dan menghakimi. 

Golongan darah O berarti seseorang ambisius dan atletis. Mereka ingin hal-hal besar dalam hidup, dan tidak ada yang akan menghalangi mereka. Di sisi lain, mereka sombong dan egois. Tapi begitu mereka memutuskan untuk berkomitmen dalam hubungan, mereka umumnya cukup setia.

2. Operasi Plastik Menjadi Hal Yang Lumrah

Semua orang ingin menjadi cantik , terutama Korea Selatan. Menurut sebuah survei tahun 2009, satu dari lima wanita Korea telah menjalani operasi plastik. Tidak seperti negara-negara lain, tidak ada rasa malu untuk pergi ke klinik spesialis untuk melakukan bedah, bahkan hal tersebut sudah dianggap lumrah.

Gadis-gadis SMA sering didorong oleh orang tua mereka untuk mempercantik tampilan luar mereka, dan operasi plastik adalah hadiah kelulusan umum. Bahkan Miss Korea 2012 juga menjalani operasi plastik , dan semua orang menganggapnya sebagai hal yang sudah biasa terjadi. Dan wanita bukanlah satu-satunya target industri kosmetik. Pria di Korea Selatan lebih merasa percaya diri apabila sudah berdandan ketika berhadapan dengan masalah pekerjaan maupun asmara.

Kebanyakan wanita ingin tampilan yang sama, yang meliputi hidung kecil , dagu berbentuk V, dan mata besar dan memiliki kantung yang mencolok. Namun, banyak warga Korea yang membayar harga yang sangat mahal untuk penampilan baru mereka.

Lima puluh dua persen wanita yang telah menjalani operasi plastik secara berlebihan merasakan dampak "mati rasa" pada bagian wajah saat mereka bersentuhan maupun saaat mengunyah makanan.

1. Wabah Ubur-Ubur

Bayangkan agan berada di film SCI-FI dimana terjadi serangan ubur-ubur, dan tim ilmuwan harus merakit robot untuk melakukan pertempuran dengan ubur-ubur mematikan. Hanya saja hal tersebut tidak hanya terjadi dalam film: Ini benar-benar terjadi di lepas pantai Korea Selatan, dan bukan tidak mungkin segera terjadi di seluruh dunia.

Jumlah ubur-ubur di seluruh dunia terus berkembang, dan ini menyebabkan beberapa masalah. Kawanan ubur-ubur dapat tersebar hingga ratusan mil, mengganggu penangkapan ikan, dan memaksa wisatawan untuk menjauh dari pantai, dan tentunya sangat berpengaruh terhadap perekonomian.

Korea Selatan sendiri telah kehilangan $ 300.000.000 akibat wabah ubur-ubur. Jadi, para ilmuwan di Korean Advanced Institute of Science and Technology bersatu untuk memerangi gerombolan ubur-ubur berbahaya tersebut.


Fakta Unik Seputar Korea Selatan
JEROS, Robot pembasmi ubur-ubur buatan Korea Selatan.

Robot pembasmi ubur-ubur dikenal sebagai JEROS (Jellyfish Elimination Robotic Swarm), robot ini berburu dalam kemasan dan membasmi setiap ubur-ubur yang mereka lewati.

Robot diprogram dengan arah, dan JEROS lainnya mengikuti pemimpin, menerima arah nirkabel. Robot mengambang di atas air dan menggunakan kamera untuk mencari mangsa. Begitu mangsa sudah terkunci, mereka menjebak buruan mereka dengan jaring dan mencabik mereka dengan baling-baling runcing. Awalnya, JEROS hanya bisa membunuh 900 ubur-ubur per jam, tapi sekarang mereka dapat memilah-milah hampir 2.000 ekor.

Sukan ialah segala kegiatan yang memerlukan kemahiran atau ketangkasan serta tenaga yang dilakukan sama ada sebagai acara pertandingan, hiburan atau untuk suka-suka bagi mengisi masa lapang atau untuk beriadah. Pada tahun yang lalu kerajaan telah memperkenalkan dasar 1Murid 1Sukan kerana menyedari kepentingan bersukan. Contoh aktiviti sukan yang agak popular kini ialah seperti olahraga, berenang, permainan bola sepak, tenis, badminton dan sebagainya. Persoalannya apakah faedahnya jika seseorang murid itu melibatkan diri dalam aktiviti  bersukan?
Antara faedah bersukan kepada murid ialah sukan dapat meningkatkan disiplin murid. Hal ini dikatakan demikian kerana individu yang ingin berjaya dalam bidang sukan mesti mempunyai disiplin yang tinggi dan dapat mengawal diri sendiri untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan. Contohnya setiap pemain dalam sesebuah pasukan itu mesti menepati masa, rajin berlatih, tidak merokok dan mematuhi arahan jurulatihnya.  Oleh itu, secara tidak langsung sukan juga turuk membentuk disiplin murid tersebut.
Seterusnya, sukan juga penting bagi melahirkan seseorang murid yang sihat. Hal ini dikatakan demikian kerana bersukan boleh menguatkan otot dan tulang serta menyihatkan badan. Misalnya, seseorang murid yang bersukan pada setiap petang sudah banyak berpeluh. Oleh itu murid yang aktif bersukan jarang mendapat demam dan selesema berbanding dengan rakan-rakannya yang tidak bersukan
Selain itu, seseorang murid yang aktif dalam kegiatan sukan akan terdidik untuk mengagihkan masa dengan sewajarnya. Hal ini dikatakan demikian kerana murid tersebut akan menentukan masa yang sesuai untuk  memberikan tumpuan terhadap sukan dan masa untuknya  belajar.  Contohnya, seseorang murid yang menyertai pasukan sekolah mesti ada jadual latihan sukan dan jadual belajar. Oleh itu, seseorang murid yang aktif dalam sukan juga berjaya dalam pelajaran.
Di samping itu, sukan juga membentuk murid menjadi seseorang yang berfikiran positif. Hal ini dikatakan demikian kerana dengan aktif bersukan seseorang itu dapat berfikir secara rasional dan berkeyakinan tinggi dan tidak cepat berputus asa. Contohnya, Datuk Lee Chong Wei  tetap tidak berputus asa walaupun gagal meraih pinggat emas dalam sukan Olimpik baru-baru ini. Oleh itu, sukan penting dalam melahirkan murid yang berfikiran positif.
Akhir sekali, murid yang aktif bersukan juga dapat menggunakan masa lapang mereka dengan lebih bermanfaat. Hal ini dikatakan demikian kerana biasanya murid yang aktif dalam bidang sukan tidak berminat bermain ‘computer game’ dan tidak akan menghabiskan masanya untuk berplesiran di pusat beli-belah, menonton televisyen, dan seumpamanya. Oleh itu, sudah pasti mereka akan menghabiskan masa dengan lebih bermanfaat.
Intihanya, jelaslah di sini bahawa melibatkan diri dalam sukan banyak membawafaedah kepada murid. Oleh itu, pihak kerajaan perlu menyediakan banyak kemudahan untuk bersukan di sekolah. Ibu bapa  pula patut menggalakkan anak-anak mereka bersukan. Begitu juga dengan guru-guru mereka perlu melengkapkan diri dengan pelbagai kemahiran sukan.  Saya percaya dengan adanya kerjasama antara semua pihak lebih ramai lagi jaguh sukan negara yang akan menyerlah di peringkat antarabangsa, asalkan kita tidak melakukannya hanya ‘hangat-hangat tahi ayam’.

1)      By St. Thomas Aquinas, is a statement at variance with the mind. This definition is more accurate than most others which are current. Thus a recent authority defines a lie as a false statement made with the intention of deceiving. But it is possible to lie without making a false statement and without any intention of deceiving.

2)      By St. Augustine and St. Thomas, Catholic divines and ethical writers commonly make a distinction between (1) injurious, or hurtful, (2) officious, and (3) jocose lies. Jocose lies are told for the purpose of affording amusement. Of course what is said merely and obviously in joke cannot be a lie: in order to have any malice in it, what is said must be naturally capable of deceiving others and must be said with the intention of saying what is false. An officious, or white, lie is such that it does nobody any injury: it is a lie of excuse, or a lie told to benefit somebody. An injurious lie is one which does harm.


3)      By Aristotle, in his Ethics, seems to hold that it is never allowable to tell a lie, while Plato, in his Republic, is more accommodating; he allows doctors and statesmen to lie occasionally for the good of their patients and for the common weal. Modern philosophers are divided in the same way. Kant allowed a lie under no circumstance.

4)      By Fathers of the Christian Church, Origen quotes Plato and approves of his doctrine on this point (Stromata, VI). He says that a man who is under the necessity of lying should diligently consider the matter so as not to exceed. He should gulp the lie as a sick man does his medicine. He should be guided by the example of Judith, Esther, and Jacob. If he exceed, he will be judged the enemy of Him who said, "I am the Truth." St. John Chrysostom held that it is lawful to deceive others for their benefit, and Cassian taught that we may sometimes lie as we take medicine, driven to it by sheer necessity.


5)      The absolute malice of lying is also shown from the evil consequences which it has for society. These are evident enough in lies which injuriously affect the rights and reputations of others. But mutual confidence, intercourse, and friendship, which are of such great importance for society, suffer much even from officious and jocose lying.

6)      According to the common teaching of St. Thomas and other divines, the hurtful lie is a mortal sin, but merely officious and jocose lies are of their own nature venial.

      7)   St. Augustine, however, took the opposite side, and wrote two short treatises to prove that it is                     never lawful to tell a lie. His doctrine on this point has generally been followed in the Western                         Church, and it has been defended as the common opinion by the Schoolmen and by modern divines.

      8)  Lying is opposed to the virtue of truth or veracity. Truth consists in a correspondence between the                thing signified and the signification of it. Man has the power as a reasonable and social being of                      manifesting his thoughts to his fellow-men. Right order demands that in doing this he should be                      truthful.

Peristiwa 13 Mei pada tahun 1969 ialah rusuhan kaum yang berlaku dan kemuncak masalah perpaduan di Malaysia. Tragedi ini yang mengakibatkan kehilangan nyawa serta harta benda dan mempunyai kaitan yang rapat dengan "Pilihan Raya Umum 1969" merupakan satu titik hitam dalam sejarah negara Malaysia.
Isu perkauman dalam pilihan raya 1969
Semasa kempen Pilihan Raya 1969, calon-calon pilihan raya serta ahli-ahli politik dari kalangan parti pembangkang, telah membangkitkan soal-soal Bangsa Malaysia berkaitan dengan Bahasa Kebangsaan (Bahasa Melayu), kedudukan istimewa orang Melayu sebagai (Bumiputera) dan hak kerakyatan orang bukan Melayu. Hal ini telah memberi kesempatan kepada ahli-ahli politik yang ingin mendapatkan faedah dalam pilihanraya.
Pada pilihanraya umum 1969 Parti Perikatan yang dianggotai oleh (UMNO-MCA-MIC) telah gagal memperolehi majoriti 2/3 diparlimen, walaupun masih berjaya membentuk kerajaan persekutuan. Hal ini disifatkan oleh parti pembangkang sebagai satu kemenangan yang besar buat mereka. Jumlah kerusi yang dimenanginya dalam Dewan Rakyat (Parlimen) telah menurun daripada 89 kerusi pada tahun 1964 kepada 66 kerusi pada tahun 1969.
Parti Gerakan Rakyat Malaysia (Gerakan), Parti Tindakan Demokratik (DAP) dan Parti Progresif Rakyat (PPP) menang 25 buah kerusi dalam Dewan Rakyat manakala PAS menang 12 kerusi.
Pihak pembangkang yang memperoleh pencapaian gemilang dalam pilihanraya telah meraikan kemenangan mereka pada 11 Mei 1969. Perarakan tersebut sebenarnya tidak bermotif untuk menimbulkan isu perkauman. Malah terdapat segelintir pengikut perarakan (identiti mereka tidak dapat diketahui) telah mengeluarkan slogan-slogan sensitif berkenaan isu perkauman semasa mengadakan perarakan di jalan-jalan raya di sekitar Kuala Lumpur. Perarakan turut dijalankan pada 12 Mei 1969 di mana kaum Cina berarak menerusi kawasan Melayu, melontar penghinaan sehingga mendorong kepada kejadian tersebut.[1]. Pihak pembangkang yang sebahagian besar darinya kaum Cina dari Democratic Action Party dan Gerakan yang menang, mendapatkan permit polis bagi perarakan kemenangan melalui jalan yang ditetapkan di Kuala Lumpur. Bagaimanapun perarakan melencong dari laluan yang ditetapkan dan melalui kawasan Melayu Kampung Baru, menyorak penduduk di situ.[2] Sesetengah penunjuk perasaan membawa penyapu, kemudiannya dikatakan sebagai simbol menyapu keluar orang Melayu dari Kuala Lumpur, sementara yang lain meneriak slogan mengenai tengelamnya kapal Perikatan — the coalition's logo.[3] Ia berlarutan hingga ke 13 Mei 1969 sebelum Parti Gerakan mengeluarkan kenyataan meminta maaf pada 13 Mei di atas kelakuan penyokong mereka. Menteri besar Selangor, Dato' Harun Idris telah mengumumkan bahawa perarakan balas meraikan kemenangan UMNO akan dijalankan pada pukul 7.30 malam, 13 Mei 1969.
Pembangkang meraikan kemenangan
Peristiwa ini berlaku berikutan pengumuman keputusan Pilihanraya Umum pada 10 Mei 1969.
Dr. Tan Chee Khoon dari parti Gerakan telah menang besar di kawasan Batu, Selangor. Beliau minta kebenaran polis untuk berarak meraikan kemenangan parti tersebut di Selangor yang menyaksikan 50:50 di Selangor. Perarakan tersebut menyebabkan kesesakan jalan raya di sekitar Kuala Lumpur. Perarakan hingga ke Jalan Campbell dan Jalan Hale dan menuju ke Kampung Baru. Sedangkan di Kampung Baru, diduduki lebih 30,000 orang Melayu yang menjadi kubu UMNO, berasa terancam dengan kemenangan pihak pembangkang. Di sini letaknya rumah Menteri Besar Selangor ketika itu, Dato' Harun Idris.
Dikatakan kaum Cina yang menang telah berarak dengan mengikat penyapu kepada kenderaan mereka sebagai lambang kemenangan mereka menyapu bersih kerusi sambil melaungkan slogan. Ada pula pendapat yang mengatakan penyapu tersebut sebagai lambang mereka akan menyapu ('menyingkir') orang-orang Melayu ke laut. Dalam masyarakat Melayu, penyapu mempunyai konotasi yang negatif (sial). Ada yang mencaci dan meludah dari atas lori ke arah orang Melayu di tepi-tepi jalan.
Perarakan kematian Cina
Akibat daripada rusuhan maut tersebut, kesesakan jalanraya turut berlaku.
Di Jinjang, Kepong, kematian seorang Cina akibat sakit tua diarak sepanjang jalan dengan kebenaran polis. Namun perarakan kematian bertukar menjadi perarakan kemenangan pilihan raya dengan menghina Melayu.
Pada hari Selasa 13 Mei, Yeoh Tech Chye selaku Presiden Gerakan memohon maaf di atas ketelanjuran ahli-ahlinya melakukan kebiadapan semasa perarakan. Yeoh menang besar di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Tapi permohonan maaf sudah terlambat.
Rumah Menteri Besar Selangor
UMNO telah mengadakan perarakan balas pada pagi 13 Mei 1969 yang mengakibatkan terjadinya peristiwa ini.
Orang Melayu berkumpul di rumah Menteri Besar Selangor di Jalan Raja Muda Abdul Aziz di Kampung Baru, Kuala Lumpur. Dato' Harun Idris selaku Menteri Besar Selangor ketika itu cuba mententeramkan keadaan. Rupa-rupanya, mereka yang berkumpul telah membawa senjata pedang dan parang panjang dan hanya menunggu arahan daripada Dato' Harun Idris untuk mengamuk. 
Ketika berkumpul, cerita-cerita tentang kebiadapan ahli parti Gerakan tersebar dan meluap-luap. Jam 3.00 petang datang berita kejadian pembunuhan orang Melayu di Setapak, hanya dua kilometer dari rumah Menteri Besar Selangor. Terdapat cerita-cerita lain mengenai seorang wanita mengandung dibunuh dan kandungannya dikeluarkan dari perut dengan menggunakan besi penggantung daging babi.Sebelum menghembuskan nafas terakhir wanita tersebut sempat memasukkan semula janin yang terkeluar itu ke dalam perutnya.
4.00 petang dua penunggang motosikal Cina yang melalui Jalan Kampung Baru telah dipancung. Sebuah van membawa rokok dibakar dan pemandunya dibunuh. Pemuda-pemuda Cina yang dikatakan dari PKM dan kongsi-kongsi gelap telah bertindak balas. Mereka membunuh orang-orang Melayu di sekitar Kuala Lumpur. Rupa-rupanya orang Cina dan pemuda Cina ini lengkap dengan pelbagai senjata besi, tombak dan lembing berparang di hujung seperti dalam filem lama Cina.
Cerita-cerita seperti ini yang tidak diketahui sama ada benar atau tidak telah menyemarakkan lagi api permusuhan di antara Melayu dan Cina. Rusuhan besar terjadi. Perintah darurat dikeluarkan, semua orang tidak dibenarkan keluar dari rumah. Pasukan polis berkawal di sekitar Kuala Lumpur. Tentera dari Rejimen Renjer lebih awal dikerahkan menjaga keselamatan sekitar Kuala Lumpur.
Rejimen Renjer
Anggota FRU semasa rusuhan 13 Mei berlaku.
Pasukan FRU di keluarkan dari Kampung Baru dan askar dari Rejimen Renjer ambil alih. Malangnya pasukan ini terdiri dari orang-orang Melayu, Iban, Cina,India, Sikh, Gurkha dan lain-lain turut menembak orang-orang Melayu dan ini menyebabkan kemarahan orang Melayu semakin meluap-luap. Menurut laporan, ketua pasukan Rejimen Renjer dikatakan berbangsa Cina.
Pemuda-pemuda Melayu yang mempertahankan Kampung Baru dan yang lain-lain mengamuk merasakan diri mereka terkepung antara orang Cina dengan askar Rejimen Renjer. Beberapa das turut ditujukan ke arah rumah Menteri Besar Selangor.
Askar Melayu
Akhirnya Regimen Renjer dikeluarkan dan digantikan dengan Askar Melayu. Beberapa bangunan rumah kedai di sekitar Kampung Baru, Jalan Tuanku Abdul Rahman masih terus terbakar. Pentadbiran diambil-alih oleh Askar Melayu. Malangnya beberapa askar Askar Melayu turut masuk ke kedai-kedai emas Cina dan mengambil harta benda di sana. Malah ada askar Melayu yang menembak ke atas rumah kedai orang Cina kerana kononnya mereka telah membaling botol ke arah askar Melayu tersebut. Ada yang berkata askar tersebut berpakaian preman.
Ramai orang Cina dibunuh dan dicampakkan ke dalam lombong bijih timah di Sungai Klang berhampiran lorong Tiong Nam, Chow Kit. Konon ada rakaman televisyen oleh pemberita dari BBC dan Australia, beberapa pemuda Cina ditangkap, dibariskan di tepi lombong dan dibunuh. Bagaimanapun, sehingga sekarang, tiada bukti yang diedarkan mengenai rakaman ini.
Panggung Odeon
Pemuda-pemuda Cina telah bertindak mengepung Panggung Odeon, di Jalan Tuanku Abdul Rahman, Kuala Lumpur. Beberapa iklan disiarkan dalam bahasa Cina di skrin pawagam menyuruh penonton dari kalangan Cina keluar dari panggung. Penonton Melayu di panggung tersebut langsung tidak tahu membaca tulisan bahasa cina. Kesan daripada itu, pemuda-pemuda cina tersebut telah menyerbu masuk ke dalam panggung dan menyerang dan menyembelih penonton yang ada dan membakar pawagam tersebut. Hampir semua penonton di dalam panggung tersebut mati di dalam keadaan yang sangat mengerikan. Ini termasuklah dua orang Askar Melayu yang tinggal di Sungai Ramal, Kajang. Manakala di pasar pula askar melayu telah menembak orang cina yang melanggar perintah berkurung dengan kereta perisai mereka. Di lebuh raya persekutuan pula, penduduk melayu Kampung Kerinchi telah membuang pasu di atas lebuhraya tersebut dan mengakibatkan kesesakan lalulintas dan kemalangan. Pemilik kereta berbangsa cina ditetak dan dibunuh. Seluruh keluarga peniaga cina yang menjual bunga berdekatan habis dibunuh. Di lapangan terbang Sungai Besi waktu itu yang merupakan lapangan terbang antarabangsa, askar melayu telah menembak orang Cina yang baru balik dari luar negeri dengan tanggapan bahawa mereka melanggar perintah berkurung.
Pemuda yang bernama Rahim Desa bersama seorang kawannya yang berjawatan kapten ketika itu yang tinggal di Kuala Lumpur yang turut menonton wayang di Odeon terkena tetakan di kepala dan berpura-pura mati. Beliau masih hidup hingga sekarang. Sementara Mohd Radzi mengalami pengalaman yang sama di Pawagam Federal, Jalan Chow kit, Kuala Lumpur ketika menonton filem They Came To Rob Las Vegas arahan Antonio Isasi-Isasmendi.
Abdul Rafai Alias bersama rakan-rakannya dari Semenyih yang datang ke Kuala Lumpur turut terperangkap dan terkejut dengan rusuhan kaum yang tidak disangka-sangka pada 13 Mei itu. Beliau turut melangkah-langkah mayat mereka yang telah terbunuh di atas jalan.
Khabar angin mengatakan Tentera Sabil dari Sungai Manik hendak datang ke Kampung Baru tetapi tersekat. Begitu juga dengan Tentera Selempang Merah dari Muar dan Batu Pahat tersekat dan disekat oleh polis di Balai Polis Kajang dan Cheras.
Ada 4 kiyai di sekitar Kampung Baru mengedarkan air jampi dan tangkal penebat, iaitu ilmu kebal dengan harga yang agak mahal. Sesiapa yang memakainya menjadi kebal dan boleh terbang. Apa yang pasti, Askar Melayu juga telah menyelamatkan orang Melayu di Kampung Baru ketika itu. Mungkin juga ramai yang pernah mendengar kisah parang terbang yang terbang di Kampung Cheras Baru dan penggal kepala orang Cina.
Namun rusuhan kaum tidak terjadi di Kelantan, Terengganu dan Pahang. Di Perak, Kedah, Pulau Pinang serta Perlis tiada sebarang pergaduhan. Negeri Johor dan Negeri Sembilan juga tidak terjadi apa-apa kerana telah diberi amaran oleh PKM. Cuma ada sedikit kekecohan di Melaka. Di Betong ada tembakan dilepaskan oleh PKM dan mereka memberi amaran jika askar melayu menembak orang cina, mereka akan memberi senjata api kepada orang cina.
Ada yang menyifatkan pergaduhan ini sebenarnya adalah pergaduhan "politik" Datuk Harun dengan sokongan Tun Razak yang tidak berpuas hati dengan Tunku Abdul Rahman bukannya perkauman kerana pemimpin cina Parti Perikatan seperti, Tan Siew Sin, Ong Yoke Lin telah "lari" bersama dengan Tunku Abdul Rahman ke Cameron Highlands. Sebelum peristiwa itu masyarakat Melayu dan Cina boleh hidup dalam keadaan yang harmoni. Seperti dinyatakan pergaduhan tidak belaku di negeri seperti Kelantan, Pahang dan Kedah. Jika ia merupakan isu perkauman, pastinya pada hari itu orang cina dan melayu akan berbunuhan sesama sendiri di negeri tersebut seperti di selatan thai.
Persepsi
Kalangan orang melayu mempunyai pandangan yang negatif terhadap kaum cina yang dilihat sebagai tidak mengenang budi dengan taraf kerakyatan yang diberikan pada mereka pasca kemerdekaan. Persepsi negatif masyarat Melayu terhadap kaum Cina juga berlaku kerana orang Cina merupakan majoriti menganggotai pasukan Bintang Tiga yang ingin menjadikan negara ini sebagai negara komunis berpaksikan negara komunis China.
Pada tahun 2007, satu buku — May 13: Declassified Documents on the Malaysian Riots of 1969 yang ditulis oleh akademik, bekas ahli Democratic Action Party, dan bekas ahli parlimen Kua Kia Soong — telah diterbit oleh Suaram. Berdasarkan dokumen yang baru 'declassified' di pejabat maklumat awam London, buku tersebut mengatakan bahawa rusuhan tersebut bukannya disebabkan parti pembangkang sepertimana cerita rasmi yang diberikan, tetapi rusuhan tersebut dimulakan oleh "ascendent state capitalist class" di UMNO sebagai 'coup d'etat' untuk menumbangkan Tunku Abdul Rahman.[4]
Bagaimanapun ia hanyalah merupakan suatu pendapat sahaja atau cerita dari sebelah pihak lagi yang belum lagi pernah dibuktikan kesahihan atau sebaliknya.
Angka korban
Polis dan tentera sedang mengawal Panggung Odeon yang menjadi sasaran rusuhan.
Angka rasmi menunjukkan 196 mati, 439 cedera, 39 hilang dan 9,143 ditahan. 211 kenderaan musnah.
Statistik tidak rasmi jumlah kematian:
  • Melayu  : 86 orang
  • Cina  : 342 orang
  • Lain-lain  : 3 orang

Statistik tersebut tidak begitu tepat kerana daripada kacamata orang ramai yang menjadi saksi, mereka melihat berderet-deret lori membawa mayat yang tidak sempurna ke balai polis Jalan Travers waktu itu.